Wisata Budaya Buat Libur Sekolah – Waktu libur sekolah akan tiba sebentar lagi. Siswa bisa menikmati liburan yang berkesan dengan pergi ke destinasi wisata budaya untuk menambah wawasan sekaligus menikmati suasana baru.
Dengan berkunjung ke tempat-tempat yang memiliki nilai budaya tinggi, siswa tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga dapat menambah pengetahuan mengenai keberagaman budaya di Indonesia.
Nah, berikut beberapa wisata budaya yang dapat kamu kunjungi di hari libur di lansir dari laman Ditjen SMP Kemdikbud.
1. Desa Wisata Saba Budaya Baduy, Banten
Suku Baduy mungkin tidak asing di telinga detikers. Suku ini di kenal bermukim di pedalaman Banten dan hidup terisolasi dari dunia luar.
Kehidupan suku Baduy menjadi yang paling menarik untuk di pelajari karena mereka masih sangat alami dan hidup menyatu dengan alam sekitar.
Kawasan wisata suku Baduy sendiri terletak di Desa Cibeo, Kabupaten Lebak, Banten. Desa tersebut menawarkan pesona alam yang masih asri dan kekayaan budaya suku Baduy.
2. Desa Penglipuran, Bali
Di kenal dengan wilayah yang sejuk, Desa Penglipuran ini terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali dan berada pada ketinggian 600-650 meter dari permukaan air laut.
Keunikan desa ini adalah rumah-rumahnya yang memiliki desain serupa. Salah satu cirinya yakni pada setiap rumah memiliki sebuah pintu gerbang yang di sebut dengan ‘angkul-angkul’.
Di desa ini, siswa bisa terlibat langsung dalam kegiatan belajar tentang kebudayaan Bali kuno, mengikuti kursus tarian khas Bali, mempelajari kepercayaan, dan berbagai kegiatan lainnya.
3. Kampung Adat Wae Rebo, Flores
Selanjutnya ada desa wisata yang berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut yakni Desa adat Wae Rebo. Desa ini berada di wilayah Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Flores.
Selain wilayah yang dingin dan lanskap perbukitan yang indah, desa ini juga berbatasan dengan Taman Nasional Komodo. Di desa ini, pengunjung dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat dan tinggal bersama mereka selama satu atau dua hari.
Selain itu, pengunjung juga dapat mempelajari adat dan kehidupan masyarakat Wae Rebo, wisata trekking, serta flora dan fauna lokal yang unik seperti burung endemik pulau Flores.
4. Candi Borobudur, Magelang
Situs candi Buddha terbesar di dunia yang telah di kenal sebagai tujuan wisata, termasuk saat liburan sekolah. Candi ini terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.
Tempat wisata ini bukan hanya menjadi tujuan favorit wisatawan di dalam negeri, tetapi juga di seluruh dunia.
5. Desa Adat Bawomataluo, Nias Selatan
Terletak di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Desa ini di kenal dengan deretan rumah adat tradisional Omo Hada dan satu rumah adat yang cukup besar yang di sebut dengan Omo Sebua.
Bawomantaluo juga di kenal karena kebudayaan tradisi Lompat Batu atau Hombo Batu yang merupakan tradisi turun temurun di Nias. Dahulu, kegiatan tersebut merupakan latihan bagi para pemuda Nias untuk berperang melawan musuh.
6. Istana Maimun, Medan
Salah satu peninggalan kerajaan yang masih ada adalah Istana Maimun. Istana ini adalah peninggalan kerajaan Deli yang terletak di Kota Medan, Sumatera Utara yang di bangun pada 1888 oleh Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.
Bangunan yang di arsiteki oleh kapten tentara Belanda bernama T.H van Erp. ini memiliki perpaduan antara Indonesia, Persia, dan Eropa.
7. Pasar Terapung Lok Baintan, Banjar
Terakhir, kamu bisa mengunjungi salah satu pasa terunik di Indonesia yakni Pasar Terapung Lok Baintan. Pasar ini terletak di Sungai Martapura, tepatnya di di desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Berbeda dari pasar kebanyakan bonus new member, pasar ini terapung di air dengan pedagang menawarkan hasil dagangannya di atas perahu atau jukung yang tidak menggunakan mesin.
Pasar Terapung Lok Baintan di perkirakan sudah ada sejak abad ke-18. Mayoritas pedagang berasal dari kampung-kampung di sekitar sungai Martapura, seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.
Mayoritas pedagang adalah perempuan yang mengenakan tutup kepala yang lebar atau tanggui. Di Pasar Terapung Lok Baintan, sistem barter masih berlaku.